Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah saat ini sudah memiliki puluhan desa wisata kategori rintisan. Ada sebanyak 30 desa wisata kategori rintisan yang mulai tahun 2020 silam mendapatkan SK dari Bupati Kudus.
Puluhan desa wisata tersebut meliputi Desa Wisata Wonosoco, Wates, Loram Kulon, Rahtawu, Ternadi, Kandangmas, Tanjungrejo, Terban, Temulus, Jepang, Kaliputu, Padurenan, Margorejo, Jurang, dan Desa Wisata Dukuhwaringin yang sudah ber-SK sejak tahun 2020 lalu.
Kemudian, ada juga Desa Wisata Klaling, Gondosari, Karangampel, Kajar, Japan, Menawan, Kedungdowo, Ngemplak, Karangrowo, Janggalan, Pedawang, Gribig, dan Desa Kauman yang sudah ber-SK di tahun 2021.
Kemudian, di tahun 2023 ini tambah lagi dua desa wisata kategori rintisan. Dua desa tersebut adalah Desa Wisata Kaliwungu, dan Desa Wisata Kesambi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan, desa wisata di Kudus saat ini sudah mulai mengembangkan potensi wisata di masing-masing wilayahnya secara bertahap.
”Desa wisata selalu membangun produknya, baik alam, wisata budaya, hingga buatan,” katanya, Kamis (21/9/2023).
Ia menjelaskan, tak hanya potensi wisatanya, sumber daya manusia (SDM) mereka pun sudah mulai berkembang melalui support dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah hingga desa wisata itu sendiri.
Perkembangan SDM di desa-desa wisata ini terlihat dari adanya pokdarwis hingga tour guide lokal yang akan memandu wisatawan yang datang.
”Tour guide wisata di desa wisata akan bisa menjelaskan detail tentang potensi wisata yang ada di wilayah meraka. Itu sudah ada di desa-desa wisata,” ungkapnya.
Editor: Budi Santoso



