Fantastis! Perputaran Uang di Gebyar PKL Kudus Capai Ratusan Juta
Yuda Auliya Rahman
Senin, 8 Januari 2024 16:39:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Perputaran uang Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjalan dalam dua hari sejak Sabtu (6/1/2024) terbilang fantastis. Ini lantaran perputaran uang setiap harinya ditaksir mencapai Rp 400 juta.
”Dua hari pertama sangat padat sekali pengunjung, perputaran uang itu bisa mencapai sekitar Rp 400 sampai Rp 500 jutaan dalam sehari,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santosa, Senin (8/1/2024).
Transaksi perputaran uang ini, sambung dia, merupakan dari transaksi yang didapatkan para PKL hingga parkir pengunjung. Pedagang yang berjualan di gebyar PKL ini dalam semalam bisa mendapatkan omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
”Kemarin sempat tanya penjual es teh hari pertama omset bisa Rp 1,1 juta, hari kedua Rp 800 ribuan. Lalu penjual es buah dan sate-satean, saat pembukaan itu omsetnya bisa sampai Rp 8 juta,” ujarnya.
Ia menyebut even yang berlangsung sepekan ini memang menjadi upaya pemkab untuk untuk pengendalian inflasi dan peningkatan ekonomi yang ada di Kudus. Di pusat keramaian kota ini, para pedagang diharapkan bisa semakin memperkenalkan daganganya dan memperluas jaringan pemasaranya.
”Ini juga salah satu cara kami memberdayakan para pedagang dengan menggelar even di pusat keramaian kota, yang tentu kami inginkan bisa meningkatkan perekonomian para pedangang,” imbuhnya.
Editor: Supriyadi



