Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Melansir Detik.com, penemuan itu bermula saat Miftah melaut bersama empat anak buahnya, Minggu (21/5/2023) pukul 03.00 WIB. Setelah 12 mil dari daratan, mereka kemudian menebar jaring untuk menangkap ikan.

Namun saat hendak ditarik, jaring yang ditebar tersangkut sesuatu di kedalaman 30 meter. Mereka tak menyadari benda apa yang menyangkut di jaring tersebut adalah bangkai pesawat.

Baca: Begini Cerita Pesawat Mirip Indonesia One di Pajang di Rumah Sultan Nganjuk

Kapal Miftah kemudian menariknya hingga ke daratan. Namun, saat berada di 2 mil dari daratan, perahu Miftah nyaris kehabisan solar.

Ia pun tak bisa melanjutkan evakuasi temuannya. Akhirnya, temuai tersebut ditandai dan ditinggalkan di lokasi terakhir.
Miftah dan anak buahnya kemudian pulang. Sesampainya di rumah, Miftah kemudian menceritakan temuannya itu. Ia kemudian meminta bantuan nelayan lain untuk mengevakuasi.Baca: Kelewat Tajir, Sultan Nganjuk Pajang Pesawat di Depan RumahnyaKemudian, Miftah dan sejumlah nelayan mendatangi lokasi bangkai yang ditinggalkan tersebut, Senin (22/5/2023). Sekitar pukul 09.00 WIB, bangkai tersebut akhirnya terevakuasi.Saat tiba di bibir pantai, nelayan baru menyadari temuan yang diangkut merupakan bangkai pesawat tempur. Bangkai tersebut satu potong bagian tengah dan sayap pesawat.’’Saat ditemukan, kondisi pesawat sudah tak utuh, ditemukan Minggu lalu sehari setelahnya bangkai itu baru bisa dibawa menepi dan ditarik ke daratan oleh warga nelayan,’’ kata Sekretaris DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Ma'mun Murod, Selasa (23/5/2023).

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler