Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Peristiwa ini pun membuat Yogyakarta ’’terbang’’ atau menjadi trending topic di Twitter. Berdasarkan video yang beredar, tawuran tersebut diduga dari kelompok perguruan silat dengan orang beratribut supporter bola.

’’Bentrok di Jogja terjadi Minggu, (4/6/2023) petang hingga mlm. Info yang beredar, mulanya ada perselisihan antara kelmpok PSHT #psht dan org berpakaian dengan atribut supporter bola. Namun, keributan yg trjdi kini sprtinya makin melebar. Mari ditunggu ket Pihak berwajib. #Jogja,’’ tulis akun @kabar_handayani.

Diketahui, tawuran mulai pecah sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, massa sudah saling lempar batu.

Baca: Sembilan ABG Asal Boyolali Diamankan di Kartasura, Diduga Hendak Tawuran Pakai Sajam

Melansir Detik.com, Senin (5/6/2023), area tawuran mulanya terjadi di sekitar Lapas Wirogunan. Tak lama kemudian, area tawuran bergeser ke timur SPBU Tamsis.

Akibat tawuran itu, sejumlah jalan ditutup. Seperti Jalan Sultan Agung ke Sayidan maupun ke Tamsis. Warga setempat juga menutup gang-gang menuju permukiman dengan portal.Tak hanya itu, pertokoan di titik yang jadi area tawauran pun ikut ditutup. Mereka khawatir kena dampak yang berlebih karena tawuran itu.Baca: Penyebab Tawuran Remaja di Randusari Boyolali Belum DiketahuiPolisi dari Sat Sabhara dan Brimob akhirnya turun tangan untuk melerai massa. Mereka juga mengerahkan mobil barakuda dan truk dalmas untuk membatasi gerak massa.Hingga pukul 21.00 WIB, tawuran akhirnya mulai mereda. Sejam kemudian, akhirnya massa sudah tak lagi saling lempar batu dan mulai membubarkan diri.Kondisi lalu lintas di lokasi juga berangsur normal. Batu-batu di jalan juga mulai disingkirkan ke pinggir jalan meski masih ada yang bertebaran.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler