Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung itu diketahui temukan tewas di ruang karaoke pribadinya. Saat ditemukan, banyak bercak darah dan sejumlah luka serta bekas jeratan di leher korban.

Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan itu diduga bukan dilatarbelakangi karena perampokan. Itu diketahui karena barang-barang berharga korban tak ada yang hilang.

Baca: Pasutri Pengusaha di Tulungagung Ditemukan Tewas

”Untuk barang korban sementara tidak ada yang hilang. HP korban juga masih ada,” katanya seperti dilansir Detik.com, Jumat (30/6/2023).
Saat ini, polisi kembali melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi tampak menyisir kejadian perkara untuk mencari barang bukti tambahan yang bisa menjadi petunjuk.Diberitakan sebelumnya, pasutri pengusaha kolam renang di Tulungagung ditemukan tewas di ruang karaoke pribadi. Korban diduga dibunuh dengan cara dijerat pada bagian leher.Korban pertama kali ditemukan anaknya, Kamis (29/6/2023) petang. Saat itu, anak korban mencarinya hingga ruang karaoke pribadinya. Korban diduga dibunuh, Rabu (28/6/2023) malam.”Korban berada di ruang karaoke pribadi, kondisinya sudah meninggal dunia,” kata AKBP Eko Hartanto.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler