Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Padang – Bocah SD tewas tertimpa dinding beton saat berwudu. Dinding beton itu ambruk usai tertabrak seorang pelajar SMP yang melakukan freestyle dan kehilangan kendali.

Insiden mengerikan itu viral di media sosial, salah satunya diunggah Instagram Viral Ciledug. Dalam video rekaman CCTV yang diunggah, tampak dua orang bocah sedang berwudu.

Saat itu, ada dua siswa SMP di balik dinding tembok tempat sang bocah berwudu. Tak berselang lama, datang dua siswa SMP lainnya mengendarai motor matik.

Tiba-tiba bocah SMP yang baru datang itu pamer freestyle pada dua temannya tersebut. Namun, motornya tak terkendali dan menabrak dinding beton di depannya.

Ironisnya, di balik tembok tersebut masih ada bocah SD yang sedang berwudu. Seorang bocah pun tewas tertimpa tembok beton itu. Sedangkan, satu bocah lainnya selamat setelah menghindari tembok yang roboh itu.

Tampak bocah yang selamat itu panik dan menghampiri temannya. Ia pun berteriak-teriak meminta pertolongan. Sementara salah satu siswa SMP sempat berlari dan sang penabrak terlihat jongkok meratapi aksinya.

Dari rekaman CCTV diketahui, peristiwa itu terjadi Senin (18/9/2023) pukul 15.09 WIB. Video yang beredar diketahui diambil dari rekaman CCTV di Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Melansir Suara.com, Rabu (20/9/2023), korban diketahui bernama Gian Septiawa Ardani (8). Sementara pelajar SMP penabrak dinding yang menewaskan Gian diketahui berinisial MHA (13).

Insiden dalam video viral itu dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Padang, Iptu Arisman. Arisman menyebut, motor yang dikemudikan MHA yakni, Yamaha Mio Sporty dengan nomor polisi BA 2837 AM.

Motor itu hilang kendali hingga menabrak menabrak beton. Adapun di balik dinding itu ada korban yang sedang mengambil wudhu. Korban pun langsung dibawa ke RSUP Djamil Padang.

Korban mengalami cedera berat di bagian kepala dan kemudian dinyatakan tewas. Di sisi lain, Arisman menyebut dinding beton itu merupakan pembatas area parkir masjid dan tempat wudu.

Saat ini kasus masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polresta Padang. Ia belum merinci bagaimana penyelesaian kasus tewasnya bocah 8 tahun yang sedang wudhu dan status pelajar SMP yang menabrak dinding beton.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler