Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Jenazah pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo rencananya dimakamkan di Tapos, Bogor, Jawa Barat siang nanti, Rabu (24/4/2024).

Corporate PR & Promotion Manager Mustika Ratu Mega Angkasa mengatakan, saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Mangunsaskoro nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat.

”Akan berangkat ke pemakaman/tempat peristirahatan terakhir di Tapos, Bogor dari rumah duka setelah Zuhur,” kata Mega Angkasa seperti dikutip dari Antara.

Diketahui, Mooryati Soedibyo meninggal dunia Rabu (24/4/20240 dini hari di Jakarta. Mooryati Soedibyo meninggal dalam usia 96 tahun.

Kabar meninggalnya pendiri Mustika Ratu itu disampaikan putrinya, Putri Kus Wisnu Wardani.

”Iya,” katanya singkat.

Mooryati meninggalkan lima orang anak, yakni Djoko Ramiadji, Putri Kus Wisnu Wardani, Dewi Nurhandayani, Haryo T Baskoro dan Yulita Warastuti. Kabar duka ini juga memberi duka bagi dunia kecantikan di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Mooryati Soedibyo mendirikan produk kecantikan Mustika Ratu pada 1978 sejak memulai bisnis jamunya pada 1975.

Produk kecandikan dan kesehatan yang dikembangkan cucu Raja Kasunanan Surakarta Paku Buwono X itu telah tersebar hingga penjuru dunia. Yakni di negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Tak berhenti di sana, Mooryati juga menjadi pencetus kontes kecantikan Puteri Indonesia dan mendirikan Yayasan Puteri Indonesia pada 1992. Kontes kecantikan ini masih digelar setiap tahunnya sejak mulai digelar di tahun itu.

Selain di bidang bisnis dan kecantikan, Mooryati juga pernah tercatat sebagai Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat Periode 2004-2009.

Nama Mooryati juga tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia, dan sebagai ”Empu Jamu”.

Namanya juga masuk di urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia pada 2007.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler