Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Ternyata, informasi atau berita bohong tak cukup disebut hoaks. Setidaknya, ada tujuh jenis informasi palsu yang masuk dalam kategori misinformasi dan disinformasi.

Menurut Claire Wardle, Koordinator Riset First Draft, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung jurnalis, akademisi, dan teknolog dalam memberantas hoaks, tujuh jenis itu diukur dari tiga sudut pandang.

Ketiganya yakni, jenis konten yang dibuat dan dibagikan; motivasi pembuat dan penyebar; serta cara penyebarannya.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) membagi hoaks ke dalam dua klasifikasi. Yakni, klasifikasi umum dan akademis.

Dalam artikel ’’Metode Klasifikasi Hoax’’, klasifikasi umum adalah pengelompokan yang bersifat sederhana dan gampang dipahami masyarakat ramai. Yakni, sekadar memasukkan sebuah informasi ke dalam kategori hoaks atau benar.

Sementara dalam klasifikasi akademis, Mafindo mengacu pada 7 jenis hoaks, sebagaimana yang dikategorikan oleh First Draft.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler