Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, GroboganPelaku pencurian yang menghajar Budiyono, Kepala SDN 2 Penawangan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah turut dihadirkan dalam Konferensi Pers di Mapolres Grobogan pada Rabu (23/4/2025).

Pelaku berinisial VR itu ternyata masih satu desa dengan Budiyono, yakni warga Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. VR juga mengakui dirinya mengenal Budiyono, kendati sang kepsek tidak mengenal VR.

VR awalnya ditanya Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono tujuannya mencuri. VR sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab untuk membeli minuman keras.

”Mencari uang. Buat beli minum-minum (minuman keras),” kata VR.

Kemudian, VR mengaku kenal dengan Budiono namun tidak pernah bertemu. Di konferensi pers itu, VR mengaku panik saat aksinya kepergok. Ia pun nekat memukul kepala Budiono beberapa kali.

”Kenal, iya (satu desa, red). (Gegep besi) Dari warung, punya orang. Untuk memecahkan kaca,” imbuh VR.

Pria 21 tahun itu juga mengaku dirinya sehari-hari menjual minuman keras. Jenisnya ada arak, bir, dan sebagianya.

”Jual minuman keras. Ada arak, bir, anggur merah,” ujarnya.

Mengaku Baru Sekali Mencuri... 

Kepada polisi, ia mengaku baru sekali mencuri. Aksi pencurian yang dilakukannya pun dalam keadaan sadar. Dalam aksinya, VR hanya mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu.

Budiyon menambahkan, beruntung dalam aksi itu sejumlah barang berharga sekolah tidak diembat pelaku, seperti laptop hingga printer.

Sebelumnya diberitakan, Budiyono, Kepala sekolah di SDN 2 Penawangan harus menerima lima jahitan di kepalanya usai dihajar seorang maling yang sedang beraksi di sekolahannya.

Kejadian itu berlangsung pada Senin (14/4/2025) lalu sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Budiyono yang sedang bersepeda pagi dan berniat mematikan lampu sekolah.

Namun pada saat yang bersamaan, Ia melihat ada seseorang masuk ke sekolahnya. Dia kemudian mendekat dan mendapati pintu kaca ruang guru pecah.

Saat itulah dia melihat si pencuri yang belakangan diketahui berinisial VR tengah melancarkan aksinya. Tersangka yang panik kemudian menyerang Budiyono dengan tang gegep besi. Kepala Budiyono pun bercucuran darah.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler