Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Flores – Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tengagra Timur, Selasa (17/6/2025) petang membuat warga setempat dirundung ketakutan.

Salah satunya warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores timur. Lokasi itu kini diselimuti abu vulkanis.

Masayarakat setempat pun panik dan mulai mengungsi secara mandiri serta mencari perbekalan.

”Kami mengungsi sementara. Kami lagi di kebun cari ubi, pisang, dan sayur saat terjadi erupsi. Kami takut, jadi kini mau kembali ke pengungsian sambil cari perbekalan,” kata warga Desa Boru, Maria seperti dikutip dari iNews, Rabu (18/6/2025).

Mulanya Maria sempat mengungsi ke Kabupaten Sikka usai Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus. Namun, di pagi harinya ia ke kamp pengungsian untuk mengambil kebutuhan darurat.

Maria menyebut, kondisi desa saat ini tidak memungkinkan untuk ditinggali dalam waktu dekat. Sebab, abu vulkanis yang menyelimuti cukup tebal.

Hingga pagi dati, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terselimuti kabut dan abu vulkanis. Sedangkan langsung Desa Boru tampak gelap karena sebaran material vulkanis.

Kondisi yang mencekam itu memaksa warga Desa Boru mengevakuasi diri secara mandiri, sebelum bantuan logistik dan posko resmi dibuka penuh.

Kolom Abu Capai 10 Km... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News