Polisi Bantah Tembaki Kampus Unpas-Unisba, tapi 48 Proyektil Ditemukan
Zulkifli Fahmi
Rabu, 3 September 2025 10:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Bandung – Polda Jabar sebelumnya membantah tudingan aparat melakukan penembakan gas air mata ke dalam kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam kericuhan di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jabar, Senin (1/9/2025) malam.
Namun, petugas keamanan kampus justru menemukan 48 proyektil gas air mata yang berserakan di dalam kampus.
”Berserakan di sini ada 48 (proyektil),” ujar Kanit Keamanan Kampus Unpas, Rosid seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (3/9/2025).
Unpas yang menjadi titik evakuasi massa terdampak dalam unjuk rasa beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, penembakan gas air mata itu terjadi Senin (1/9/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat itu sebanyak 12 mahasiswa pingsan, diduga sesak napas akibat gas air mata.
”Titik evakuasinya cuma di Unpas aja. Malam saya nggak ngeduga ada lagi demo kejadiannya 23.30 WIB,” kata Rosid.
Ia menjelaskan, saat kejadian, aparat datang dari Jalan Wastukencana dan Tamansari. Aparat memang tidak masuk ke dalam kampus, melainkan membubarkan massa di luar area tersebut.
”Anggota aparat keamanannya datangnya dari bawah. Walaupun itu diblokade, blokade sama bakar-bakaran kayu sama ban sama anak-anak,” ucap Rosid.
Tak Ada Perlawanan... %NEW_PAGE
Pembubaran itu terjadi setelah insiden kawasan sekitar DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro. Menurut Rosid, saat aparat datang tidak ada perlawanan dari mahasiswa.
”Enggak ada perlawanan (mahasiswa) karena di sini udah ngumpul. Teriak-teriak aja di sini. Teriak-teriak nyorakin aja gitu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, pihaknya menembakkan gas air mata ke jalan raya untuk membubarkan massa yang melakukan tindakan anarkistis.
Namun, dia menyebut gas air mata terbawa angin hingga masuk ke lingkungan kampus. Ia menambahkan, jarak petugas saat itu sekitar 200 meter dari area kampus.
”Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya yang kemudian tertiup angin ke arah parkiran Unisba. Ini yang kemudian diinginkan oleh provokator anarko, dan memang mereka menunggu momen untuk membenturkan antara mahasiswa dan petugas,” kata Hendra, Selasa (2/9/2025).
Hendra menyebut tidak ada satu pun anggota yang masuk ke area kampus dan membawa senjata berpeluru karet.
”Pada kenyataannya di lapangan tidak ada satu petugas pun yang masuk ke area kampus dan tidak ada satu pun petugas yang membawa senjata,” tuturnya.



