Kantor Trans7 Didemo PWNU DKI Jakarta Buntut Video Lecehkan Lirboyo
Zulkifli Fahmi
Rabu, 15 Oktober 2025 11:12:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kantor Trans7 Jalan Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan kembali digeruduk massa, Rabu (15/10/2025). Kali ini pengunjuk rasa datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan alumni pesantren.
Mereka kompak datang dengan mengibarkan bendera hijau. Kedatangannya diawali dengan melintasnya mobil komando dari arah Tendean pada Rabu sekitar pukul 09.00 WIB.
Massa yang berkumpul di sejumlah titik di kawasan itu kemudian mulai menyatu dengan berjalan kaki menuju gedung pemberitaan TV swasta itu.
Lantunan selawat, marsNU, hingga lagu Indonesia Raya mengudara dinyanyikan kelompok massa tersebut. Mereka juga membawa spanduk berbunyi ”Menciderai Marwah Pesantren Tangkap Direksi Trans7”.
Aksi demonstrasi digelar sebagai respons video tayangan Trans7 melalui program Xpose Uncencored pada 13 Oktober 2025 yang dinilai melecehkan pesantren Lirboyo.
”Berkat pengajian dan pendidikan dari ulama pesantren sampai sekarang kita demikian kuat dan kokoh, Alhamdulillah kita hidup tenang,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif di atas mobil komando di depan gedung Trans7, dikutip dari Antara.
Sebelumnya, Production Director Trans7, Andi Chairil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait tayangan program “Xpose Uncensored” edisi 13 Oktober 2025.
Tayangan tersebut menuai kecaman publik karena dinilai menyinggung kalangan pondok pesantren dan kiai di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Minta Maaf...



