Cerita Saksi Kecelakaan Kereta di Prambanan: Ndredeg!
Zulkifli Fahmi
Selasa, 4 November 2025 17:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Sleman – Detik-detik kecelakaan kereta di Prambanan-Sleman yang melibatkan KA Bangunkarta dengan mobil dan dua motor, Selasa (4/11/2025) tampak mengerikan bagi saksi mata.
Bahkan, seorang saksi Yesi (26) mengaku sampai ndredeg karena peristiwa itu begitu dekat dengan warga sekitar. Sebab, saat insiden terjadi perlintasan sebidang Prambanan-Sleman tengah padat.
”Saya enggak dekat, ndredeg, kejadian langsung di depan mata,” sebutnya seperti dikutip dari Detik.com, Selasa(4/11/2025).
Ia mengungkapkan, saat itu KA Bangunkarta melaju dari timur ke barat. Saat itu, kereta sudah membunyikan klakson, namun palang pintu di sisi utara tidak menutup.
”Kejadiannya dari arah timur kereta sudah klakson terus. Nah saya lihat arah barat itu palangnya nggak ditutup, palang kereta masih dibuka tapi suaranya (sirine) enggak ada,” ujarnya.
Sementara, palang pintu di sisi selatan sudah patah sebelum kejadian. Namun, ia tak tahu apa penyebab palang pintu itu patah.
”Saya lihatnya yang sini (utara), sana (palang sisi selatan) enggak tahu tapi posisinya sudah patah,” ujarnya.
Palang Pintu Tak menutup...
Karena palang pintu tak menutup, sejumlah kendaraan pun masih lalu lalang. Padahal, kereta semakin mendekat.
”Terus kalau saya lihat dari arah utara itu ada mobil merah belakangnya ada motor nah itu langsung kejadian nabrak gitu saja. Masih waktu saya lihat ke sana itu kendaraan masih lalu-lalang kayak enggak lihat,” lanjutnya.
Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto mengatakan saat ini, polisi bersama KAI masih mendalami kejadian ini guna mengungkap penyebab kecelakaan. Termasuk soal apakah saat kejadian palang pintu perlintasan dalam kondisi menutup atau tidak.
”Untuk penyebab kami masih mendalami penyebab terjadinya laka ini. (Apakah palang pintu menutup atau tidak?) Kita masih selidiki,” ucap Dede.
Tiga Orang Meninggal...
Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi di di perlintasan sebidang Prambanan, Jalan Raya Piyungan-Prambanan, Sleman, pukul 10.50 WIB. Sebanyak tiga orang meninggal dalam insiden itu.
Tiga korban meninggal merupakan pengendara motor. Sementara, pengemudi dan penumpang mobil masih di rawat di rumah sakit. Mobil tersebut berisi suami istri dan dua balita.
”Korbannya satu mobil dan dua motor. Yang meninggal dunia tiga orang, semuanya pengendara motor. Empat (orang) dirawat di rumah sakit, yang dirawat itu pengendara mobil,” ujarnya.



