Diduga Sarat Korupsi, Proyek Militer di Malaysia Diselidiki
Zulkifli Fahmi
Selasa, 6 Januari 2026 16:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) atau KPK-nya Malaysia mulai melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek militer di negaranya.
Ada 26 perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus rasuah itu menjadi target penyelidikan. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di beberapa lokasi, meliputi Lembang Klang, Perak, dan Penang.
Menurut laporan media Malaysia, Bernama, para pemilik perusahaan tersebut kini sedang diselidiki. Tak menutup kemungkinan, KPK Malaysia juga guna memudahkan proses penyelidikan.
Dalam laporannya, korupsi proyek militer itu, bermula dari laporan dari Badrul Hisham Shaharin, anggota Partai BERSATU yang merupakan partai oposisi di Malaysia pada 22 Desember 2025 lalu.
Chegubard, sapaan akrabnya mengeklaim pemeriksaan forensik terhadap dokumen yang diterima secara anonim, menunjukkan adanya dugaan setoran bulanan.
Setoran bulanan itu bahkan mencapai puluhan ribu ringgit dan masuk ke rekening yang terkait dengan perwira militer senior serta anggota keluarganya.
KPK Malaysia kemudian mendatangi Kementerian Pertahanan Malaysia pada 23 Desember 2025 untuk memeriksa proyek-proyek yang dilaksanakan dengan metode pengadaan tender terbuka, serta pengadaan di bawah Pusat Tanggungjawab (PTJ) Tentara Angkatan Darat Malaysia.
Sehari kemudian KPK Malaysia kemudian memanggil tiga orang untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut.
Panglima Militer Terlibat...



