Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Masih ingat sosok Anton Medan? Sosok preman legendaris di Indonesia yang terkenal karena perjalanan hidupnya. Dikenal sebagai raja kriminal di Jakarta hingga akhirnya menemui pintu tobat menjadi pendakwah sampai akhir hayatnya.

Mengutip dari berbagai literatur, pria bernama asli Tan Hok Liang itu sudah mengenal dunia kriminal sejak berusia 12 tahun. Kerasnya kehidupan Jakarta membuatnya terjerumus lebih dalam ke dunia criminal.

Mulai dari penjambretan, perampokan, hingga akhirnya terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang serta menjadi bandar judi kelas kakap.

Pada periode 1972–1979, Anton Medan mengelola bisnis perjudian di Kalijodo, Jakarta. Judi dadu koprok, ta shiao, cap jie kia, dan roulette disediakannya di sana. Bahkan, ia juga punya kasino beromset Rp 1,5 miliar per hari (nilai saat ini).

Hidup di dunia kriminal membuatnya keluar-masuk penjara, sampai 14 kali. Total 18 tahun 7 bulan hidupnya dihabiskan di penjara, di beberapa lembaga pemasyarakatan, termasuk LP Cipinang.

Ia juga disebut-sebut terlibat dalam Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Di mana, mulanya merupakan demonstrasi mahasiswa melawan Soeharto, tetapi berubah menjadi kerusuhan anti-Tionghoa.

Meski berada di tengah massa, ia pun membantah terlibat aktif dan menolak bersaksi kecuali namanya direhabilitasi Komnas HAM. Tuduhan ini akhirnya dicabut secara diam-diam.

Di balik sepak terjangnya di dunia hitam, Anton Medan mengalami guncangan spiritual. Ia pun mulai mencari kebenaran dengan berpindah agama, dari Buddha, ke Kristen, hingga akhirnya memeluk agama Islam pada 1992.

Hidayah... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler