Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Malang – Gunung Semeru erupsi tiga kali pada pagi ini, Minggu (19/4/2026). Erupsi pertama terjadi pada pukul 07.06 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian mengatakan, kolom letusan terpantau sekitar 1000 meter di atas puncak atau 1 km.
Mukdas menjelaskan, kolom abu teramati berawarna putih hingga kelabu tengan intensitas tebal. Kolom abu tersebut mengarah ke barat daya.
Dalam rekaman seismogram, pada saat erupsi tercatat getaran dengan amplitude maksimum 22 mm berdurasi sekitar 4 menit 31 detik.
”Erupsi Gunung Semeru itu disertai awan panas guguran sejauh 4 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan,” tuturnya, seperti dikutip dari Antara.
Tak lama kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.33 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 110 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi untuk kali ketiga, Minggu (19/4/2026) pada pukul 10.15 WIB. Namun, lagi-lagi visual letusan tidak dapat teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.
- 1
- 2



