Kamis, 29 Februari 2024

Dua Pengedar Video Gay Kids Dibekuk, Begini Modusnya

Ali Muntoha
Sabtu, 19 Agustus 2023 07:37:00
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pengungkapan peredaran video gay kids. (Istimewa/Polda Metro Jaya)

Murianews, Jakarta – Jajaran Polda Metro Jaya membongkar praktik penyebaran video gay anak atau video gay kids (VGK). Dua orang pelaku ditangkap, dan salah satunya masih remaja atau anak di bawah umur.

Remaja tersebut berusia 16 tahun yang ditangkap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan satu pelaku lain penyebar video gay kids yakni R (21) yang ditangkap di Sumatera Selatan. Mereka ditangkap pada Kamis dan Jumat (3-4/8/2023).

Berdasarkan keterangan Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, anak di bawah umur penyebar video gay kids itu berperan sebagai admin. Ia mempromosikan video LGBT melalui grup Facebook, yang kini telah dihapus.

”Pelaku sendiri adalah adminnya. Setelah terdapat yang tertarik maka pelaku langsung mengarahkan kepada channel di Telegram,” katanya dikutip dari Tribratanews Polri pada Sabtu (19/8/2023).

Sementara tersangka R berperan sebagai admin grup Telegram yang mempromosikan video gay anak yang dijual.

Kedua pelaku dalam menjalankan aksinya menjual sejumlah video dan foto VGK. Di mana pemeran dalam video itu ada beberapa di antaranya merupakan anak di bawah umur.

”Dalam menjajakan video gay kids tersebut, terdapat beberapa paket penjualan yang ditawarkan. Motif anak berkonflik hukum adalah ekonomi. Sementara R memang ada sesuatu hal yang berbeda dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” ujarnya.

Kini polisi tengah mengembangkan kasus peredaran video gay kids tersebut. Dua pengedar video LGBT itu kini ditahan dan tengah menjalani penyidikan.

Komentar