Rabu, 21 Februari 2024

Hartopo Akan Bakulan Usai Tak jadi Bupati Kudus, Tak Nyalon Lagi?

Anggara Jiwandhana
Kamis, 21 September 2023 10:56:00
Bupati Kudus HM Hartopo. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Murianews, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo akan purna jabatan dalam beberapa hari ke depan. Ia mengaku belum akan fokus untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024.

Hartopo juga belum banyak berkomunikasi dengan partai politik (Parpol) untuk Pilkada 2024. 

Hartopo, mengatakan, dia akan fokus terlebih dahulu untuk kembali ke dunia usaha alias bakulan terlebih dahulu usai purna jabatan sebabagai Bupati Kudus di akhir pekan ini.

”Kalau saya ini kan dasarnya bakulan ya, nanti ya kembali ke bakulan. Kulakan barang terus dijual lagi, dapat untung bisa buat mencukupi anak istri dan diri saya sendiri. Bisa juga buat membantu orang lain kan, kalau komunikasi ke parpol soal 2024 belum, masih menikmati hidup dulu,” kata Hartopo Kamis (21/9/2023).

Sejauh ini, sambung Hartopo, juga belum ada parpol yang meminang dirinya. Hartopo pun tak ambil pusing dengan hal tersebut. Dia hanya berpedoman apabila masyarakat menginginkan dia kembali untuk maju maka dia akan siap.

Namun jika tidak, Hartopo mengaku akan sadar diri. Apalagi saat ini belum ada rekomendasi partai sebagai bekal dia maju Pilkada 2024.

”Kami masuk ke PDIP dan sudah oke, namun soal rekomendasi memang belum ada. Tidak apa-apa saya nikmati hidup dulu, sudah tua juga sudah harus banyak investasi untuk akhirat,” ujarnya.

Selain itu juga, Hartopo masih ingin melanjutkan hobinya dan berkumpul dengan komunitas-komunitas yang dia ikuti. Seperti komunits Vespa hingga Harley Davidson.

Nama dari penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sendiri hingga kini belum turun. Padahal, jabatan bupati yang kini diemban oleh Hartopo akan berakhir 23 September 2023 mendatang.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan pihaknya masih menunggu surat balasan atas rekomendasi tiga nama penjabat Bupati Kudus.

Padahal, sambung dia, seharusnya nama Pj Bupati harus sudah ada setidaknya sehari sebelum masa jabatan bupati definitif selesai. Sehingga tidak ada kekosongan jabatan di tingkat pemerintah daerah.

Walau demikian, ketika hal tersebut terjadi, maka akan ada pelaksana harian (Plh) bupati guna mengisi kekosongan jabatan bupati.

Editor: Ali Muntoha

Komentar