Rabu, 21 Februari 2024

Waspada! RSUD Jepara Dicatut untuk Penipuan, Begini Modusnya

Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 28 November 2023 17:39:00
Suasana di RSUD RA Kartini Jepara. (Murianews/Faqih Mansyur Hidayat)

Murianews, Jepara – Seorang warga Magelang berinisial A diduga menjadi korban penipuan sebesar Rp 8,5 juta. Penipuan tersebut mencatut nama RSUD RA Kartini Jepara, Kabupaten Jepara dengan modus pemalsuan kuitansi biaya operasi persalinan cesar.

Plt Direktur RSUD RA Kartini Jepara, dr Teguh Iskadir menyebutkan, terduga pelaku penipuan berinisial P, warga Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Kasus ini terungkap Minggu 26 November 2023 pukul 10.00 WIB kemarin. Saat itu korban datang ke bagian informasi rumah sakit untuk menjenguk pasien berinisial S yang merupakan istri P usai menjalani operasi cesar di RSUD Kartini.

”Saat itu korban A ingin menjenguk S, yang katanya usai menjalani operasi cecar dan dirawat di RSUD RA Kartini. Namun setelah dicek di daftar pasien tidak ditemukan nama yang bersangkutan,” katanya, Selasa (28/11/2023).

Setelah digali informasi lebih dalam, ternyata korban A telah mentransfer uang sebesar Rp 8,5 juta kepada pelaku P untuk biaya persalinan cecar S. Namun, setelah ditunjukkan kepada petugas bukti foto kuitansi tersebut ternyata palsu.

”Kuitansi tersebut bukan kuitansi yang dikeluarkan oleh RSUD RA Kartini (palsu, red) dilihat dari bentuk tulisan dan kertasnya. Logo RSUD RA Kartini pada kuitansi tersebut adalah logo yang ditempel. Serta di dalam kwitansi tertulis dikeluarkan di Pati bukan Jepara,” kata dia.

Tidak hanya itu, untuk meyakinkan korban A, tersangka P juga mengirimkan vidio kondisi IGD rumah sakit. Termasuk saat pasien yang sedang berada di kursi roda sedang didorong oleh seorang perawat.

Namun, setelah dicek ternyata ruang IGD tersebut bukan seperti yang ada di RSUD RA Kartini. Begitu juga seragam perawat yang mendorng kursi roda, bukan pegawai RSUD Kartini.

”Setelah kita kroscek foto yang ditunjukkan oleh korban. Ternyata ruangan, juga perawat, bukan dari RSUD RA Kartini,” ungkapnya.

Saat ini yang bersangkutan tengah melacak alamat inisial P di Desa Mantingan. Karena memang sebelumnya keduanya ini kenal dari binis jual beli mobil. Sedangkan nomor yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi.

Atas kejadian ini, Teguh mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak langsung percaya dan berhati-hati jika ada modus penipuan tersebut. Pihaknya meminta untuk mengecek terlebih dulu ke rumah sakit, untuk memastikan kebenarannya.

Pihaknya menambahkan, untuk mekanisme pembayaran di RSUD RA Kartini untuk pasien BPJS langsung ditanggung dari BPJS. Sedangkan untuk pasien umum pembayaran lewat loket secara tunai, atau lewat Bank yang sudah bekerjasama.

Editor: Supriyadi

Komentar