Jumat, 1 Maret 2024

Krisis Air Bersih, 1.800 Warga Dororejo Pati Terdampak

Umar Hanafi
Rabu, 25 Oktober 2023 13:58:00
Pembuatan sumur bor di Desa Dororejo yang terdampak kekeringan (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Sebanyak 1.800 warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) terdampak kekeringan. Warga mengalami krisis air bersih sejak beberapa bulan yang lalu.

Kepala Desa Dororejo Yuniatin mengatakan, jumlah warga desanya mencapai 2.700 orang dari 802 keluarga. Dari jumlah itu, 70 persen atau 1.800 warga diantaranya mengalami krisis air bersih.

”Dari 802 keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 2.700 sekitar 70-an persennya terdampak kekeringan,” ujar dia, Rabu (25/10/2023).

Kekeringan di desa itu terjadi sejak bulan Juli lalu. Sumur warga menyusut dan mengering. Mereka mengandalkan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Kekeringan ini membuat Yayasan Dharma Aji Kecamatan Tayu ikut turun tangan. Mereka membuat sumur bor untuk warga. Rencananya, sumur bor dibuat di dua lokasi.

Halaman salah satu rumah warga Desa Dororejo di RT 02  RW 01 digunakan lokasi pertama. Pembuatan sumur bor sudah dimulai sejak Senin (23/10/2023). Sumur bor itu mempunyai kedalaman berkisar 20-an meter.

Ia pun menyambut baik langkah ini. Bila berhasil, dia tentunya akan mengusulkan kepada pemerintah desa membuat sumur bor di beberapa titik. Sehingga warganya tidak perlu lagi kesulitan mendapatkan air bersih. .

”Mudah-mudahan bermanfaat karena warga juga masih menggantungkan bantuan air bersih, menyusul banyak sumur warga yang tidak keluar airnya selama musim kemarau ini,” katanya.

Ketika pembuatan sumur bor tersebut berhasil, kata dia, Pemerintah Desa Dororejo juga bisa melakukan hal serupa dengan membuat sumur bor di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan suplai air bersih. Apalagi, pihaknya juga baru saja mendapatkan tambahan anggaran untuk penanganan dampak kemarau senilai Rp139 juta.

”Rencananya, pekan ini akan digelar rapat koordinasi untuk memutuskan langkah terbaik untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami sebagian besar warganya,” katanya.

Sebelumnya, kata Yuniatin, pernah mendapatkan tawaran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), namun karena belum membutuhkan dan pertimbangan biaya operasional ketika tidak digunakan, akhirnya tidak diambil.

 

Editor: Cholis Anwar

Komentar