Rabu, 21 Februari 2024

Bantuan Beras Korban Kekeringan di Pati Terganjal Regulasi

Umar Hanafi
Rabu, 29 November 2023 15:27:00
Beras murah dari BUMD Jawa Tengah di halaman Pendapa Kabupaten Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

Murianews, Pati – Bantuan beras untuk korban bencana kekeringan di Kabupaten Pati tak kunjung disalurkan. Bantuan yang dijanjikan sejak penetasan status tanggap darurat bencana pada 3 Oktober 2023 itu terganjal regulasi dari pemerintah pusat.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Pati, Eko Hendrawanto menyatakan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk korban kekeringan di Kabupaten Pati sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu penyusunan peraturan baru di Badan Pangan Nasional (Bapanas) selesai.

”Stoknya secara umum kita sudah siap. Tapi secara regulasi kami harus menunggu dari Bapanas. Kita belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” terang Eko, Rabu (29/11/2023).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati, Alfianingsih Firmanwigati mengatakan, peraturan tersebut masih dalam proses penyusunan di Bapanas.

”Informasinya peraturan itu sudah siap. Ini berada di meja Kepala Bapanas. Jadi berharap bisa secepatnya tidak sampai bulan depan untuk sudah di tandatangani. Sehingga setelah itu bisa mencairkan CBP tersebut,” bebernya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Pati, Tri Haryumi menambahkan, bantuan beras beras yang dibutuhkan untuk korban terdampak kekeringan sebanyak 63 ton.

Puluhan ribu ton beras tersebut direncanakan bakal diberikan kepada puluhan ribu warga di 84 desa yang terdampak kekeringan. Puluhan desa itu tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.

”Bantuan untuk warga di 84 desa di 10 kecamatan. 1 desa kita berikan untuk 75 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dengan 10 kilogram beras. Totalnya ada 63 ton,” terang Tri Haryumi.

Editor: Cholis Anwar

Komentar