Dana Darurat Covid-19 ASEAN Masih Sisa, Menkes Usulkan Ini
Ali Muntoha
Jumat, 25 Agustus 2023 11:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika dana darurat penanganan Covid-19 ASEAN masih ada sisa. Pihaknya pun mengajukan usul terkait penggunaan dana darurat tersebut.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika dana ASEAN Fund for Covid-19 telah terkumpul dana sekitar 17,7 juta US dolar. Dari jumlah itu sebagian dana telah digunakan untuk pengadaan vaksin bagi negara anggota ASEAN.
”Adapun selisih dari dana yang terkumpul sudah dilakukan penghitungan oleh Asian Development Bank (ADB),” katanya dikutip dari laman Kemenkes pada Jumat (25/8/2023).
Pihaknya mengusulkan agar penggunaan dana darurat ASEAN itu tak hanya digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19 saja, tetapi juga diperluas untuk penganganan pandemi di masa mendatang.
Usulan ini telah disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada pertemuan ASEAN Finance-Health Minister Meeting (AFHMM), Kamis (24/8/2023).
Menkes mengatakan salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait perluasan penggunaan dana ASEAN untuk menangani pandemi di masa depan.
”Kita usulkan agar dana tersebut, yang masih ada sisa uangnya di perluas. Jadi bukan hanya untuk Covid-19 saja tapi juga bisa untuk feature pandemic,” ujar Menkes Budi.
Ditegaskan jika Indonesia sebelumnya juga telah menginisiasi untuk pembentukan pandemic fund pada forum G20. Inisasi itu disebutnya mendapatkan sambutan positif dari berbagai negara di dunia.
”Jadi bagaimana caranya supaya kita bisa mengintegrasikan istilahnya sumber-sumber keuangan tadi untuk pencegahan dan respon pandemi ini baik yang sifatnya nasional, regional maupun global,” pungkasnya.



