Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, toleransi adalah salah satu pilar pemersatu bangsa. Salah satu contohnya telah dilakukan Syekh Ja’far Sodiq atau Sunan Kudus dalam menyebarkan ajaran Islam di Kudus masa lampau.

”Ketika Sunan Kudus menyebarkan agama Islam itu mengedepankan dan menghormati agama yang sudah ada, tidak dengan cara kekerasan, padahal jika beliau mau, dia bisa melakukan,” katanya di sela sosialisasi empat pilar kebangsaan di kampus Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Kamis (16/11/2023).

Ia pun mengajak seluruh civitas akademika UMKU untuk meneladani apa yang diajarkan Sunan Kudus. Di mana, yang paling utama adalah tentang saling menghargai dan bertoleransi.

Lestari kemudian mengungkapkan bagaimana toleransi yang diajarkan Sunan Kudus. Seperti membangun masjid dengan bentuk atap tumpang yang biasanya dikontekskan dengan agama lain. Kemudian tidak memakan sapi karena mayoritas agama di zaman itu adalah hindu.

”Itu adalah salah satu bentuk toleransi yang beliau laksanakan, hasilnya, sebuah kedamaian dan sebuah kesatuan karena berawal dari menghormati agama lain itu tadi,” tuturnya.

Di era saat ini, dia pun kembali mengajak semua mahasiswa untuk berpedoman kepada empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar kebangaan itu terdiri dari, Pancasila, Undang-Undang Dasar tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

”Empat pilar akan menjadi pondasi pemersatu dalam bingkai kebhinekaan. keberagaman ini perlu digarisbawahi, Indonesia lahir karena konsensus, berangkat dari semangat para pemuda yang saat itu ingin mendirikan sebuah negara,” pungkasnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler