Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) mencatat perputaran uang di pasar tradisional di Kudus, pada tahun 2023 kemarin adalah sebesar Rp 366 miliar.

Jumlah tersebut merupakan hasil dari transaksi jual beli antara pembeli dan 13.437 pedagang pasar tradisional di Kota Kretek.

Hal  tersebut disampaikan Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie saat kegiatan Pembinaan dan Dialog Bersama Pedagang di Gedung Taman Budaya, Bae, Selasa (23/1/2024) malam.

”Angka yang fantastis dalam perputaran perekonomian untuk sebuah Kabupaten. Maka tak heran sektor perekonomian ini menjadi jantungnya Kabupaten Kudus,” kata Hasan.

Dia menambahkan, adanya puluhan ribu pedagang pasar tradisional di Kudus juga mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 10,8 miliar rupiah di tahun 2023 kemarin. Keseluruhannya merupakan hasil realisasi retribusi yang ditarik dari mereka.

”Nanti hasil ini akan kami lagi untuk pembangunan Kabupaten Kudus,” tambahnya.

Sebagai langkah pendukung, dia telah menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk merevitalisasi delapan pasar yang ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) tahun ini.

Delapan pasar yang akan direlokasi yakni Pasar Kliwon, Bitingan, Mijen, Ngembalrejo, Kalirejo, Wates, Jember, dan Baru.

Adapun alasannya adalah agar pasar-pasar tradisional di Kudus bisa menjadi sarana yang layak dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli ketika melakukan transaksi jual beli. Terlebih saat ini sektor pasar juga menjadi salah satu pendorong bangkitnya perekonomian pasca covid-19.

”Selain fokus membangun masyarakat yang agamis, juga fokus membangun perekonomian masyarakat melalui perdagangan dengan harapan tercipta kesejahteraan yang merata di Kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler