Dandangan Kudus 2024
Pedagang Dandangan Kudus Diminta Selesai Berkemas Hari Ini
Anggara Jiwandhana
Selasa, 12 Maret 2024 12:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Para pedagang di tradisi Dandangan Kudus 2024 diminta selesai mengemasi dagangannya pada Selasa (12/3/2024). Hal ini menyusul berakhirnya tradisi setahun sekali tersebut, semalam.
Banyak dari mereka mulai mengemasi dagangannya jelang subuh tadi. Namun tak jarang yang baru mengemasi ketika petugas mulai membongkari satu persatu tenda yang disediakan.
Proses bersih-bersih pedagang sendiri berlangsung cukup cepat. Pasalnya, hujan deras yang melanda Kudus pagi ini membuat mereka mau tidak mau harus segera mengungsikan barang dagangannya.
Kepala bidang Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan Kudus Imam Prayitno menyebutkan, para pedagang diberi waktu berkemas maksimal hari ini. Sehingga besok, Jalan Sunan Kudus sudah steril dan bisa digunakan dengan normal.
”Ya kami harapkan hari ini sudah selesai berkemasnya, petugas tenda juga dimungkinkan selesai berkemas hari ini,” ucapnya, Selalsa (12/3/2024).
Pihaknya pun mengklaim tradisi Dandangan tahun ini berjalan dengan lancar. ”Memang masih belum sempurna, namun Dandangan kali ini semakin terkonsep dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu pedagang Dandangan Kudus asal Jati, Islah, mengatakan Dandangan tahun ini dikatakannya lebih ditata dengan baik. Meski jumlah pedagangnya berkurang, namun jumlah pengunjungnya tidak terpengaruh sama sekali.
”Yang di jembatan itu kan kosong sekarang, sama di Alun-alun juga, tapi masih sama ramainya, Alhamdulillah saya juga kebagian ramenya,” kata dia.
Islah sendiri berjualan aneka minuman berbahan dasar susu. Meski dalam kondisi hujan, dia masih bisa meraup untung yang lumayan besar.
”Hari terakhir semalem itu yang rame, pengunjung pada pakai jas hujan, Alhamdulillah pokoknya bisa ikut tradisi ini,” pungkasnya.
Editor: Supriyadi



