Cek Di sini, Harga Komoditas Pokok Kudus di Awal Ramadan
Anggara Jiwandhana
Kamis, 14 Maret 2024 14:51:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pekan pertama Bulan Ramadan, harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih tinggi.
Data Dari Dinas Perdagangan Kudus per Rabu (13/3/2024) kemarin, sejumlah komoditas masih berada di harga tertingginya. Peningkatan kebutuhan masyarakat ditengarai menjadi penyebabnya.
Untuk komoditas beras premium jenis umbuk wangi misalnya, harga masih cukup tinggi, yakni di angka Rp 17 ribu per kilogram.
Sementara, untuk beras kualitas medium jenis IR 64, harga berada di kisaran Rp 14.500 per kilogram. Sedangkan beras Bulug dari program SPHP, harganya di angka Rp 11.500 per kilogram.
Kemudian untuk harga minyak goreng jenis Minyakita juga dijual sebesar Rp 15 ribu per liter.
Harga cukup tinggi terjadi pada komoditas gula. Di mana per kilogramnya kini dijual dengan banderol Rp 17 ribu di tingkat eceran.
Kenaikan juga masih terjadi untuk komoditas telur ayam. Saat ini harganya berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram atau merupakan harga tertinggi dalam beberapa waktu ini.
Untuk harga daging sapi mencapai Rp 125 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam di angka Rp 36 ribu per kilogram.
Harga yang masih tinggi juga terjadi pada komoditas cabe rawit merah yang harganya di kisaran Rp 70 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Bitingan Astiani mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak menjelang Ramadan. Biasanya harga mulai turun di awal pekan Ramadan.
Namun hingga menjelang akhir pekan ini, tapi harga masih bertahan tinggi. ”Biasanya awal puasa harga mulai turun, tapi ini harga masih bertahan tinggi,” ungkapnya.
Editor: Supriyadi



