Potret Keseruan Pelajar MIN Kudus saat Laksanakan Gelar P5P2RA
Anggara Jiwandhana
Kamis, 13 Juni 2024 11:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Implementasi Kurikulum Merdeka dalam bentuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA), kini sedang digelar oleh para pelajar kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN Kudus, Kamis (13/6/2024).
Dengan tema Bhinneka Tunggal Ika Satu Dalam Keberagaman, ratusan siswa itupun saling menunjukkan kreatifitasnya. Dibantu sejumlah guru dan wali murid, mereka mendirikan stan-stan berisikan penganan tradisional. Mereka menjajakannya dengan pakaian yang unik.
Pada panggung utama, para kelompok siswa silih berganti menampilkan tarian-tarian daerah. Ada yang dari Aceh, ada pula yang dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Dengan kostum yang totalitas mereka melenggak-lenggok menarikan tarian-tarian tradisional tersebut dengan gerakan yang menggemaskan.
Kegiatan kurikulum implementasi Merdeka. P5p2ra dimensi kurikulum Merdeka, bhineka Tunggal ika satu dalam keragaman.
Kepala sekolah MIN Kudus Noor Yadi mengungkapkan, pengambilan tema Bhineka Tunggal Ika merupakan bagian dari mengenalkan siswa jika di Indonesia memiliki keragaman budaya.
Kebudayaan yang berbeda-beda inilah yang akhirnya membuat Indonesia menjadi negara yang kaya budaya. Sehingga diperlukan adanya persatuan dan kesatuan untuk menjaga dan melestarikannya.
”Ada yang kemudian menampilkan tari daerah, pakaian daerah, lagu daerah dan juga kuliner daerahnya, ini ada sekitar 200-an siswa yang terlibat,” ucapnya di sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini kemudian pihak sekolah berharap para siswa bisa turut memupuk rasa toleransi untuk hal keberagaman, keagamaan dan kebudayaan.
”Dengan tugas-tugas yang diberikan juga diharapkan ini bisa menimbulkan semangat gotong royong dan meningkatkan keterampilan anak-anak di masa yang akan datang,” ungkapnya.



