Basarnas: Hasil Autopsi Juliana Marins Sesuai dengan Drone
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 28 Juni 2025 10:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), telah selesai diautopsi setelah tewas terjatuh di Gunung Rinjani.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa Juliana Marins hanya mampu bertahan sekitar 20 menit pasca-jatuh ke jurang Rinjani.
Juliana Marins terjatuh ke jurang Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6/2025). Hasil autopsi lebih lanjut mengungkap bahwa korban mengalami luka parah akibat benturan keras di beberapa bagian tubuhnya.
Tulang belakang, dada bagian belakang, punggung, dan paha Juliana Marins mengalami patah. Tim dokter forensik meyakini kondisi parah ini membuat korban tidak bisa bertahan lebih dari 20 menit setelah insiden tragis tersebut.



