Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Majalengka - Rapat pleno Upah Minimum Kabupaten 2025 di Kabupaten Majalengka (UMK Majalengka 2025) diwarnai kericuhan. Rapat ini berlangsung di gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM), Majalengka, Jawa Barat.

Seperti dilansir dari detikJabar, rapat ini diwarnai kericuhan antarburuh. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (12/12/2024) saat sejumlah buruh berkumpul untuk mengawal proses rapat.

Bentrokan fisik pecah di sekitar mobil komando, dengan beberapa buruh saling jotos. Akibat kejadian itu, sejumlah buruh mengalami luka, termasuk pendarahan di pelipis mata.

Kericuhan terjadi saat orator sedang menyuarakan hak-hak buruh. Namun demikian penyebab pasti bentrokan ini masih belum terungkap.

Riki Sulaiman, perwakilan buruh Majalengka, mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut. Pihaknya menduga bahwa kericuhan dipicu oleh miskomunikasi antarserikat pekerja.

"Mungkin ada miskomunikasi antarfederasi. Saya tidak tahu pasti persoalannya, tetapi pada dasarnya ini masalah komunikasi," ujar Riki dilansir dari detikJabar.

Riki berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati. Terutama dalam menjaga komunikasi selama aksi atau diskusi bersama.

Meski tidak...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler