Ia juga mengingatkan pemberitaan mengenai banjir di sekitar Bandara Soetta dapat menyebar hingga ke tingkat global dan memengaruhi persepsi dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia.
“Wisatawan bisa berpikir dua kali untuk datang ke Indonesia jika akses utama seperti bandara sering bermasalah,” ujarnya.
Selain penanganan teknis, Komisi VII meminta InJourney Airports berperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional melalui penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan amenitas. Menurut Lamhot, peran InJourney sangat strategis dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Teknik InJourney Airports, Kristianto Eko Wibowo, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada 12 Januari lalu berada di luar area terminal bandara Soetta. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan genangan di sejumlah titik sekitar bandara.
“Di dalam area bandara Soetta tidak terjadi banjir. Namun memang ada beberapa penerbangan yang tertunda atau dialihkan akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Kristianto menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi aliran air di sekitar kawasan bandara Soetta.
“Genangan terjadi di jalan tol dan di luar perimeter utara bandara. Kami sudah berkolaborasi dengan BBWS dan pemerintah daerah untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Murianews, Kudus – Komisi VII DPR RI menaruh perhatian serius terhadap banjir yang sempat melanda kawasan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten, pada Senin (12/1/2026). Peristiwa ini dinilai mengganggu aktivitas penumpang sekaligus konektivitas penerbangan nasional maupun internasional.
Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengungkapkan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga dialaminya secara langsung. Saat itu, penerbangannya dari Semarang ke Jakarta mengalami keterlambatan cukup panjang akibat kondisi tersebut.
“Pesawat saya seharusnya tiba sekitar jam tiga sore, tetapi baru bisa berangkat kembali jam sembilan malam. Kondisi seperti ini tentu tidak ingin kita alami lagi,” ujar Lamhot saat kunjungan kerja ke PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Tangerang, Kamis (15/1/2026) dilansir Antara.
Menurut Lamhot, genangan banjir di sejumlah akses menuju terminal Bandara Soetta berpotensi menurunkan minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Gangguan akses bandara dinilai bisa menciptakan kesan negatif terhadap kenyamanan dan kesiapan infrastruktur Indonesia.
“Kita tidak ingin masalah seperti ini terulang, karena dampaknya besar terhadap wisatawan asing dan wisatawan Nusantara,” tegasnya.
Komisi VII DPR RI pun mendorong seluruh pihak terkait, terutama pengelola Bandara Soetta, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah nyata dalam penanganan banjir. Sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Bandara Soetta diharapkan memiliki sistem mitigasi yang lebih kuat terhadap persoalan teknis.
“Kalau masalah banjir terjadi di Bandara Soetta, dampaknya bisa merembet ke bandara lain karena ini simpul utama penerbangan nasional,” jelas Lamhot.
Berdampak Luas...
Ia juga mengingatkan pemberitaan mengenai banjir di sekitar Bandara Soetta dapat menyebar hingga ke tingkat global dan memengaruhi persepsi dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia.
“Wisatawan bisa berpikir dua kali untuk datang ke Indonesia jika akses utama seperti bandara sering bermasalah,” ujarnya.
Selain penanganan teknis, Komisi VII meminta InJourney Airports berperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional melalui penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan amenitas. Menurut Lamhot, peran InJourney sangat strategis dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Teknik InJourney Airports, Kristianto Eko Wibowo, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada 12 Januari lalu berada di luar area terminal bandara Soetta. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan genangan di sejumlah titik sekitar bandara.
“Di dalam area bandara Soetta tidak terjadi banjir. Namun memang ada beberapa penerbangan yang tertunda atau dialihkan akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Kristianto menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi aliran air di sekitar kawasan bandara Soetta.
“Genangan terjadi di jalan tol dan di luar perimeter utara bandara. Kami sudah berkolaborasi dengan BBWS dan pemerintah daerah untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.