Jembatan yang melintasi Sungai Gembel ini memiliki panjang sekitar 12 meter dengan tinggi pangkal mencapai 3,5 meter di kedua sisi. Seluruh material didatangkan dari pusat, sementara pengerjaan lapangan melibatkan tim lokal dan TNI.
Keberadaan jembatan ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Kini warga dapat lebih mudah mengakses area perkebunan, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Karena dinilai mampu membuka isolasi wilayah secara cepat dan tepat.
“Jembatan ini menghubungkan dua jalur yang sebelumnya terputus. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk pendidikan, komunikasi, maupun kegiatan ekonomi,” ungkapnya.
Sementara itu, puluhan usulan jembatan lainnya masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap seluruh proyek dapat segera direalisasikan demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan pembangunan 35 jembatan penghubung kepada pemerintah pusat. Ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.
Seperti dilansir dari Antara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kudus (DPUPR Kudus), Harry Wibowo, menyampaikan usulan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden terkait percepatan pembangunan infrastruktur jembatan di seluruh Indonesia.
“Dari sekitar 70 usulan awal, setelah melalui proses verifikasi ketat, terpilih 35 lokasi yang dinilai layak untuk pembangunan jembatan penghubung,” ujarnya, Minggu (22/3/2026), dilansir dari Antara.
Puluhan jembatan penghubung tersebut tersebar di sembilan kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Kudus Kota, Bae, Dawe, Gebog, Jekulo, Kaliwungu, Undaan, Mejobo, dan Jati. Pembangunan jembatan ini difokuskan untuk membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau, terutama bagi anak-anak sekolah di wilayah pelosok.
Salah satu proyek jembatan yang telah rampung berada di Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Jembatan ini dibangun menggunakan struktur Armco atau baja bergelombang yang dikenal kuat dan efisien untuk bentang sungai.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie, menjelaskan, jembatan ini menjadi yang pertama di Kudus dengan teknologi Armco tersebut. Selanjutnya bisa berpotensi menjadi percontohan bagi wilayah lain.
“Struktur ini sangat cocok karena kondisi sungai memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Proses pembangunannya juga cepat, kurang dari satu bulan sudah selesai,” jelasnya.
TNI Ikut...
Jembatan yang melintasi Sungai Gembel ini memiliki panjang sekitar 12 meter dengan tinggi pangkal mencapai 3,5 meter di kedua sisi. Seluruh material didatangkan dari pusat, sementara pengerjaan lapangan melibatkan tim lokal dan TNI.
Keberadaan jembatan ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Kini warga dapat lebih mudah mengakses area perkebunan, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Karena dinilai mampu membuka isolasi wilayah secara cepat dan tepat.
“Jembatan ini menghubungkan dua jalur yang sebelumnya terputus. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk pendidikan, komunikasi, maupun kegiatan ekonomi,” ungkapnya.
Sementara itu, puluhan usulan jembatan lainnya masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap seluruh proyek dapat segera direalisasikan demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.