Pengeroyokan di Benoa Bali, Dua Pria Tewas Dibakar Usai Video Call
Budi Santoso
Sabtu, 11 April 2026 09:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Denpasar – Insiden tragis mengguncang kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa Denpasar Selatan, Bali. Dua pria dilaporkan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan brutal yang berujung pembakaran oleh sekelompok pelaku.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh ajakan duel melalui panggilan video WhatsApp (Video Call) yang dilakukan dalam kondisi mabuk sebelum kejadian. Korban berinisial ER (30) dan HA (29) sebelumnya diketahui tengah mengonsumsi minuman keras bersama seorang rekan mereka, di area Dermaga Pelabuhan Benoa.
Dalam kondisi tidak sadar penuh, ER melakukan video call kepada salah satu pelaku berinisial IS. Panggilan tersebut diduga berisi tantangan berkelahi sekaligus ancaman serius. Situasi pun memanas dan berujung pada kesepakatan untuk bertemu.
“Korban mengajak para pelaku untuk berantem lewat video call dalam pengaruh minuman beralkohol,” ujar Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, dikutip dari detikBali, Jumat (10/4/2026).
Tak lama kemudian, kedua korban bersama Budi menuju lokasi yang telah disepakati, yakni di depan restoran Be Tuna Sirip Biru. Mereka datang dalam kondisi masih dipengaruhi alkohol. Sampai akhirnya insiden pengeroyokan mengenaskan tersebut terjadi.
Di lokasi, lima pelaku datang menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang dan melakukan pengeroyokan pada kedua korban. ER dan HA dipukuli menggunakan balok kayu dan batu, serta ditendang secara brutal.
Situasi semakin kacau hingga membuat rekan ER dan HA yang belakangan diketahui bernama Budi memilih melarikan diri dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Sekitar 30 menit kemudian, saat suasana mulai sepi, Budi kembali ke lokasi pengeroyokan.
Budi dalam keterangannya mengaku menemukan kedua rekannya masih hidup. Namun dalam kondisi sangat lemah dan tergeletak di selokan bawah pohon usai aksi pengeroyokan terjadi.
Dibakar...
- 1
- 2



