Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Sukabumi – Sebanyak 43 warga Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga alami keracunan massal usai menyantap hidangan dalam sebuah acar pernikahan.

Dikabarkan, salah satu anak dari warga yang terkena keracunan, berinisial N (9), telah meninggal dunia. Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, mengonfirmasi kabar tersebut.

Menurut Andi, korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sagaranten, setelah dirujuk dari Puskesmas Curugkembar. Saat dirujuk, korban mengalami kejang dan suhu tubuhnya meningkat.

Andi mengungkapkan bahwa meskipun korban mengalami kejang, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian. Hal ini disebabkan karena hanya satu korban yang mengalami kejang, sementara yang lain tidak.

”Kalau semua (korban) yang datang ada (gejala) panas dan kejang, berarti bisa diasumsikan karena bakteri, tapi kan yang kejang itu hanya satu,” kata Andi dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/6/2024).

Dinkes Kabupaten Sukabumi akan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Jika terbukti keracunan, ada kemungkinan adanya bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi oleh korban.

Namun, Andi menekankan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan belum ada kepastian penyebab kematian.

Pihaknya berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi yang akurat kepada publik.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler