Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari Sepuluh Dubes Negara Sahabat
Cholis Anwar
Kamis, 8 Agustus 2024 10:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima surat kepercayaan dari sepuluh duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara-negara sahabat di Istana Merdeka pada Kamis (8/8/2024) pagi.
Prosesi acara dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat setelah para duta besar tiba di Istana Merdeka.
Pasukan pengawal turut membawa bendera negara sahabat bersama bendera Republik Indonesia ke depan Istana Merdeka untuk menandai penghormatan.
Duta besar yang menerima surat kepercayaan dari Presiden Jokowi terdiri dari Brigadir Jenderal (Purn) Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Razak bin Haji Abdul Kadir dari Brunei Darussalam, Dagmar Gonzales Grau dari Kuba, Mohamed Trabelsi dari Tunisia.
Kemudian Sergei G. Tolchenov dari Rusia, Tanya Dimitrova dari Bulgaria, Simon Namiss dari Papua Nugini, Kamala Shirin Lakhdhir dari Amerika Serikat, Darius Gaidys dari Lithuania, Biljana Stefanovska dari Makedonia Utara, dan Marko Ham dari Slovenia, berkedudukan di Canberra.
Setelah menyerahkan surat kepercayaan, para duta besar berfoto bersama dengan Presiden Jokowi dan kemudian berpamitan. Acara ditutup dengan penampilan lagu kebangsaan Indonesia Raya di halaman Istana Merdeka.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.



