Warga Banyuwangi Manfaatkan Saluran Irigasi untuk Budi Daya Ikan Nila
Cholis Anwar
Selasa, 17 September 2024 10:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Banyuwangi – Kelompok Pembudidaya Ikan Ain di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil memanfaatkan saluran irigasi di lingkungan mereka untuk budi daya ikan nila. Upaya ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kebersihan lingkungan.
Saiful Arifin, anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Ain mengatakan, sebelumnya kondisi saluran irigasi di desa mereka sangat memprihatinkan karena dipenuhi sampah rumah tangga dan limbah pasar.
”Dulu di sini kotor, banyak sampah rumah tangga dan juga sampah dari pasar. Kami juga komitmen tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran irigasi,” ujarnya di Banyuwangi dikutip dari Antara, Selasa (17/9/2024).
Keresahan warga melihat kondisi saluran air yang keruh dan penuh sampah memotivasi mereka untuk bergotong-royong membersihkan saluran air tersebut. Mereka mengeruk sedimen agar lebih dalam, membersihkan belukar sepanjang saluran air, dan memasang paving untuk mencegah kekumuhan.
Setelah pembersihan, kelompok pembudidaya ikan menebar benih ikan nila yang dihibahkan oleh Dinas Perikanan setempat.
”Kami rutin membersihkan saluran irigasi setiap hari dan merawat ikan tersebut,” kata Saiful.
Keberhasilan budi daya ikan nila ini menjadi inspirasi bagi kelompok tersebut untuk mengembangkan budi daya ikan lain, seperti lele, dengan memanfaatkan saluran irigasi di area sekitarnya.
Selain itu, kelompok pembudidaya ikan juga mulai merintis sentra kuliner olahan ikan air tawar. Hingga saat ini, sekitar 20 pelaku UMKM telah memanfaatkan hasil budi daya mereka.
”Ke depan, kami akan kembangkan tempat ini menjadi destinasi wisata edukasi bagi anak-anak,” tambah Saiful.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi semangat dan perubahan perilaku warga Desa Genteng Wetan.
”Ini bisa menjadi contoh bagi warga desa lain. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, warga di sini juga bisa menambah penghasilan keluarganya dari budi daya ikan,” ujarnya.
Bupati Ipuk berharap kebiasaan positif warga Desa Genteng Wetan dapat menular ke desa lain di Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri terus menggalakkan gerakan sungai bebas sampah melalui berbagai program, seperti Festival Kali Bersih yang melibatkan seluruh kecamatan untuk membersihkan sungai di daerahnya masing-masing.
”Ini merupakan salah satu cara untuk mengubah pola hidup menjadi lebih bersih. Mari kita dorong dengan berbagai cara,” kata Bupati Ipuk.



