Siswa Terseret Ombak, Pemkot Mojokerto Evaluasi Kegiatan Outing Class
Cholis Anwar
Rabu, 29 Januari 2025 07:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Mojokerto – Pemerintah Kota atau Pemkot Mojokerto akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan outing class di seluruh sekolah.
Keputusan ini menyusul tragedi kecelakaan laut yang menimpa rombongan outing class siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Gunungkidul, pada Selasa (28/1/2025).
Wakil Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro mengatakan, kegiatan outing class yang diizinkan ke depan hanya yang bersifat edukatif, seperti kunjungan ke museum atau perpustakaan.
”Kami akan mengevaluasi kegiatan outing class. Nantinya, hanya outing class yang bersifat edukasi, seperti ke museum atau perpustakaan, yang diizinkan. Untuk kegiatan ke tempat wisata tidak akan kami perbolehkan,” kata Ali Kuncoro dikutip dari Antara, Rabu (29/1/2025).
Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, Pemkot Mojokerto juga menginstruksikan seluruh sekolah, baik SD maupun SMP, untuk menggelar doa bersama dan tahlil saat kegiatan belajar kembali dimulai.
”Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Ke depan, Pemkot Mojokerto akan mengambil langkah-langkah preventif agar hal serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Tragedi ini bermula saat rombongan outing class SMP Negeri 7 Mojokerto yang berjumlah 257 siswa mengunjungi Pantai Drini.
Terseret ombak...
- 1
- 2



