Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Setiap tahun menjelang bulan Zulhijah, tanpa perlu diminta, masyarakat Suku Osing secara sadar akan menata tempat penjemuran kasur di depan rumah masing-masing. Mulai pukul 09.00 pagi, kasur-kasur tersebut akan dikeluarkan untuk dijemur.

”Masyarakat di sini tidak pernah absen, tanpa diminta mereka langsung menjemur kasur berjajar di depan rumahnya masing-masing. Itu tradisi yang sudah turun temurun, generasi muda sekarang juga mempraktikkan hal yang sama,” kata Haidi.

Selain doa yang terselip untuk anak cucu, tradisi mepe kasur atau menjemur kasur juga menjadi simbol membersihkan bagian dalam rumah dari pengaruh energi buruk.

”Kasur itu kan hal pribadi yang ada di dalam kamar. Orang luar tidak boleh tahu. Tapi di kasur itu juga ada pengaruh energi negatif dari luar yang harus dikeluarkan. Pada momentum inilah pengaruh energi negatif dari luar itu dikeluarkan dari rumah. Jadi, menolak bala yang masuk ke rumah,” jelasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News