Menkes: Indonesia Masih kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis
Cholis Anwar
Selasa, 22 Juli 2025 16:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia masih akan kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis.
Padahal, kapasitas produksi dokter spesialis di Indonesia saat ini hanya mencapai 2.700 orang per tahun.
”Ini tantangan kita bersama karena setahun kita produksi cuma 2.700. Jadi, ketika kita bagi 70 ribu dengan 2.700, itu artinya butuh waktu 26 tahun,” kata Menkes dalam program akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis di Jakarta Selatan dikutip dari Antara, Selasa (22/7/2025).
Menurut Budi, kesenjangan ini mustahil dikejar dalam waktu dekat jika upaya pemerintah masih mengikuti sistem yang ada saat ini. Mendekati perayaan kemerdekaan RI ke-80, ia pesimis target pemenuhan dokter spesialis dapat tercapai dalam waktu dekat.
”Bapak, ibu, kita sebentar lagi mau ulang tahun ke-80, kita kejar ’gap-nya’ sampai ultah ke-100 mungkin belum tercapai, kalau kita bekerja dengan speed saat ini, sampai kita ulang merdeka yang 100 tahun pun kita akan kekurangan dokter spesialis,” lanjutnya.
Kekurangan dokter spesialis ini, kata Menkes, berdampak fatal dan memicu lebih dari 1 juta kematian masyarakat Indonesia setiap tahun. Penyakit-penyakit seperti stroke, jantung, dan kanker menjadi penyebab terbanyak.
”Bayangkan, di RS Harapan kita saja, ada yang dari daerah kemudian mengantre hingga 6 bulan untuk mendapatkan penanganan,” tutur Budi Gunadi Sadikin.
Selain jumlah yang minim, masalah distribusi dokter spesialis yang belum merata juga menjadi persoalan penting.
Minim Dokter Spesialis...
- 1
- 2



