MUI Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
Cholis Anwar
Kamis, 29 Januari 2026 17:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi meminta Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk segera keluar dari keanggotaan Board of Peace.
Langkah ini diambil karena forum internasional tersebut dinilai tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina dan justru melegitimasi posisi Israel.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis menegaskan, bergabungnya Indonesia ke dalam forum tersebut merupakan keputusan yang kontradiktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia selama ini.
”Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina. Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” ujar Kiai Cholil dikutip dari laman resmi MUI, Kamis (29/1/2026).
Ada beberapa poin krusial yang mendasari desakan MUI agar Indonesia segera mengundurkan diri dari forum tersebut.
Alasan diantaranya forum ini digagas oleh Presiden AS Donald Trump dan melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. MUI menyoroti status Netanyahu sebagai pemimpin negara yang melakukan penjajahan terhadap Palestina.
Tidak hanya itu, Kiai Cholil menyayangkan absennya keterwakilan negara Palestina dalam keanggotaan Board of Peace.
MUI menilai janggal karena Indonesia tetap diwajibkan membayar biaya keanggotaan untuk forum yang dianggap merugikan visi diplomasi nasional.
Perdamaian semu...
- 1
- 2



