Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan akan menyiagakan total 45 klinik kesehatan yang tersebar di wilayah Mekkah dan Madinah guna memberikan pelayanan medis yang lebih dekat dan cepat bagi jemaah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo mengatakan, persebaran klinik ini dirancang berdasarkan rasio jemaah, di mana satu unit klinik diproyeksikan mampu melayani minimal 5.000 jemaah haji.

”Di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor, sementara di Madinah tersedia 5 klinik kesehatan di 5 sektor,” ujar Liliek dikutip dari Antara, Rabu (1/4/2026).

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis di lapangan, petugas kesehatan kloter tahun ini akan dibekali dengan pedoman rujukan baru berbasis tingkat keparahan penyakit atau severity level.

Melalui sistem ini, petugas dapat secara cepat menentukan jalur penanganan jemaah: apakah cukup dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau harus segera dirujuk ke Rumah Sakit milik Pemerintah Arab Saudi.

”Pendekatan ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang sesuai dengan kondisi darurat kesehatannya,” tambah Liliek.

Sesuai dengan regulasi Pemerintah Arab Saudi, layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia tahun ini akan berada di bawah supervisi penyedia layanan kesehatan swasta terakreditasi.

Kemenhaj menunjuk Saudi German Hospital untuk melakukan pengawasan terhadap standar layanan kesehatan jemaah Indonesia sepanjang musim haji 2026.

Distribusi obat...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini