Wamenhaj Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji 2026 di Makkah
Cholis Anwar
Senin, 30 Maret 2026 13:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan mitra pelayanan kesehatan di Makkah, Arab Saudi.
Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia, mengingat tingginya persentase jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) pada musim haji 2026.
Dahnil menegaskan, model pelayanan kesehatan haji harus mengalami transformasi besar untuk merespons dinamika di lapangan.
Berdasarkan data, sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia merupakan lansia, dan sebanyak 177 ribu jemaah masuk dalam kategori risiko kesehatan tinggi.
”Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun. Mengingat besarnya jumlah lansia dan kategori risti, maka model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026).
Dalam kunjungan kerjanya, Dahnil meninjau Saudi German Hospital yang akan menjadi mitra strategis Pusat Kesehatan Haji Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat penanganan medis bagi jemaah yang membutuhkan perawatan spesialis selama di Tanah Suci.
Sebagai langkah konkret di lapangan, pemerintah akan memperkuat keberadaan klinik satelit di setiap sektor penginapan jemaah.
Armuzna...
- 1
- 2



