Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Lumajang Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami rangkaian aktivitas vulkanik yang intens pada Senin (6/4/2026) pagi.

Tercatat sebanyak tujuh kali erupsi terjadi dengan ketinggian kolom letusan bervariasi antara 300 hingga 1.100 meter di atas puncak.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, rangkaian letusan ini dimulai sejak dini hari dan masih berlangsung hingga laporan terakhir dibuat.

”Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada pukul 06.51 WIB. Tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak dengan warna abu putih hingga kelabu menuju arah selatan,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dikutip dari Antara.

Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.38 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter ke arah barat daya. Secara teknis, letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berdurasi selama 135 detik.

Setelahnya, aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga letusan ketujuh yang terjadi pada pukul 09.29 WIB. Meski pada letusan terakhir visualnya tidak teramati secara jelas, petugas mengonfirmasi bahwa aktivitas erupsi Gunung Semeru masih terus berlangsung di level yang signifikan.

Mengingat status aktivitas vulkanik masih berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan.

Larangan total aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Larangan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler