Wow! Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp 100 Triliun
Cholis Anwar
Senin, 6 April 2026 12:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianes, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan lonjakan signifikan pada angka utang masyarakat Indonesia di sektor pinjaman daring (fintech P2P lending). Per Februari 2026, nilai outstanding pembiayaan pinjol telah menembus angka Rp 100,69 triliun.
Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 25,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika dibandingkan dengan posisi Januari 2026 yang berada di level Rp 98,54 triliun, terdapat kenaikan nominal yang cukup tinggi dalam waktu satu bulan saja.
”Pada industri pinjaman daring (Pinjol), outstanding pembiayaan pada Februari 2026 tumbuh 25,75 persen yoy dengan nilai nominal sebesar Rp 100,69 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).
Seiring dengan melonjaknya total utang, tingkat risiko kredit macet atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) juga menunjukkan tren kenaikan. Per Februari 2026, angka TWP90 secara agregat berada di posisi 4,54 persen.
Posisi ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,38 persen.
Selain industri pinjol, OJK juga mencatat pertumbuhan luar biasa pada industri Pergadaian. Hingga Februari 2026, realisasi pembiayaan pergadaian melonjak hingga 61,78 persen (yoy) menjadi Rp 152,4 triliun.
Lonjakan ini secara otomatis mengerek nilai aset industri pergadaian dari Rp 171,07 triliun menjadi Rp 182,71 triliun hanya dalam tempo sebulan. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan melalui produk gadai konvensional.
”Pembiayaan terbesar di industri ini disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp 126 triliun atau mencakup 83,01 persen dari total pembiayaan,” tambah Agusman.



