Menurut analisisnya, penurunan harga ayam pedaging tersebut terjadi akibat adanya lonjakan pasokan yang bertepatan dengan momentum penurunan permintaan selama masa libur sekolah.
Siklus libur sekolah ini secara otomatis memengaruhi tingkat penyerapan program MBG, sehingga kebutuhan pasokan daging ayam sempat mengalami perlambatan sementara waktu di lapangan.
Oleh karena itu, penyerapan konsumsi ayam dan telur minimal tiga kali dalam sepekan diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna mengunci keseimbangan antara pasokan peternak dan permintaan pasar.
”Beliau langsung menindaklanjuti. Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN yang responsnya sangat cepat. Sekali lagi, kami apresiasi dan berterima kasih pada Kepala BGN, responsnya sangat cepat, sehingga harga mulai merangkak naik,” pungkas Amran.
Murianews, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan konsumsi telur dan daging ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran mengusulkan agar menu protein tersebut diberikan hingga tiga kali setiap minggu.
Langkah taktis ini dilakukan sebagai upaya memperkuat penyerapan produk peternakan nasional. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga telur dan ayam hidup yang sempat anjlok di tingkat peternak.
”Kami sudah menyurat ke Kepala BGN (Nanik S Deyang) baru-baru agar konsumsi telur dinaikkan satu kali menjadi tiga kali per minggu,” ungkap Amran usai menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Amran menjelaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melayangkan surat usulan resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Rekomendasi untuk memperbesar frekuensi pemberian telur dan daging ayam tersebut langsung mendapatkan lampu hijau dari otoritas terkait.
Rencana peningkatan porsi konsumsi telur dan ayam dalam program jaminan gizi ini bahkan diklaim mulai memberikan dampak positif terhadap perbaikan harga komoditas di tingkat peternak rakyat.
Harga telur dan daging ayam yang sebelumnya sempat mengalami tekanan berat, kini mulai menunjukkan tren merangkak naik seiring dengan bertambahnya volume permintaan dari program andalan pemerintah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Amran juga menanggapi keluhan dari para peternak ayam broiler yang sempat mengalami kerugian akibat anjloknya harga jual ayam hidup di pasaran bebas.
Lonjakan pasokan...
Menurut analisisnya, penurunan harga ayam pedaging tersebut terjadi akibat adanya lonjakan pasokan yang bertepatan dengan momentum penurunan permintaan selama masa libur sekolah.
Siklus libur sekolah ini secara otomatis memengaruhi tingkat penyerapan program MBG, sehingga kebutuhan pasokan daging ayam sempat mengalami perlambatan sementara waktu di lapangan.
Oleh karena itu, penyerapan konsumsi ayam dan telur minimal tiga kali dalam sepekan diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna mengunci keseimbangan antara pasokan peternak dan permintaan pasar.
”Beliau langsung menindaklanjuti. Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN yang responsnya sangat cepat. Sekali lagi, kami apresiasi dan berterima kasih pada Kepala BGN, responsnya sangat cepat, sehingga harga mulai merangkak naik,” pungkas Amran.