Rabu, 29 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan penataan ulang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul temuan membengkaknya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, program MBG awalnya hanya menargetkan pembangunan hingga 21.000 titik SPPG.

Namun, data terbaru menunjukkan jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh 27.877 titik, alias surplus 6.877 titik.

Zulhas mengungkap, kelebihan kuota ini disinyalir terjadi akibat adanya praktik culas.

”Terjadi jual-beli titik (SPPG) yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” terang Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Masalahnya, jumlah dapur MBG yang kebablasan dari target awal ini membuat alokasi anggaran belanja negara menjadi tidak efisien.

Zulhas memberikan simulasi hitungan, dengan pemberian dana insentif sebesar Rp 6 juta per hari untuk tiap-tiap dapur MBG, pemerintah otomatis mengalami kebocoran anggaran hingga mencapai Rp 1 triliun per bulan.

”Berarti kalau satu tahun berapa itu? Rp 12 triliun. Ini yang perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan,” tegasnya.

SK BGN...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler