Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan yang meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Menurutnya, capaian ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada kuota impor untuk delapan komoditas tersebut, bahkan sebagian di antaranya telah menembus pasar ekspor.

Amran mengklaim stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini melampaui angka 5 juta ton, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) menembus angka 127,73 pada Mei 2026, disusul pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian sebesar 5,74 persen.

Ia menegaskan, torehan positif ini disokong oleh serangkaian kebijakan strategis pemerintah, seperti kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, perbaikan tata kelola distribusi pupuk, hingga penurunan harga pupuk bersubsidi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian merupakan fondasi utama pembangunan nasional saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

”Setiap negara, setiap perekonomian itu pasti diukur. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menambahkan, tidak ada peradaban yang sanggup bertahan tanpa ditopang ketahanan pangan yang kuat. Oleh karena itu, pemerintah konsisten menempatkan pembangunan pertanian sebagai prioritas utama.

”Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai Tukar Petani kita tertinggi selama sejarah NKRI,” kata Presiden.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler