Pemerintah Buka 200.000 Lowongan CPNS untuk Fresh Graduate
Dani Agus
Minggu, 25 Februari 2024 14:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kabar baik bagi para fresh graduate atau lulusan baru yang sedang butuh pekerjaan. Di mana, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan sebanyak 200.000 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk para lulusan baru atau fresh graduate yang akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, pemerintah saat ini sedang mengatur rekrutmen untuk fresh graduate yang akan bertugas di IKN. Hal ini disampaikan usai menghadiri Sidang Terbuka Doktoral Eks Menteri Perindustrian Saleh Husin di Universitas Indonesia, Sabtu (24/2/2024).
Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, bahwa lebih dari 200.000 formasi telah disiapkan untuk pusat pemerintahan yang akan direkrut untuk dipindahkan ke IKN pada tahun ini.
Menurutnya, rekrutmen ASN untuk ditempatkan di IKN akan dilakukan dengan lebih ketat. Pemerintah akan memberikan prioritas kepada para pemuda yang memiliki keahlian digital yang mumpuni.
Dia menyatakan bahwa para pemuda yang akan dipindahkan ke IKN harus siap menghadapi birokrasi yang lebih transparan dan cepat, untuk mempersiapkan Indonesia menuju era emas.
Pihaknya juga telah merencanakan skenario yang lebih rinci untuk proses pemindahan ASN ke IKN. Pemindahan ASN ke IKN akan dilakukan secara bertahap, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Kesiapan gedung menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam penempatan ASN di IKN.
Menurut Abdullah Azwar Anas, untuk skenario jangka pendek, yang berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2024, setidaknya 2.500 ASN akan mulai ditempatkan di IKN.



