Masjid Al-Ishlah Kragan Rembang Juara I Nasional di Ajang Ampera 2024
Dani Agus
Jumat, 4 Oktober 2024 20:20:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Masjid Besar Al-Ishlah Kragan, Rembang, Jawa Tengah meraih Juara I kategori Masjid Besar Percontohan pada ajang Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (Ampera) 2024. Penghargaan ini diserahkan oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, pada acara yang berlangsung di Solo, (2/10/2024).
Masjid Al-Ishlah Kragan berhasil menjadi yang terbaik di kategori Masjid Besar Percontohan, mengungguli Masjid Baitul Hamid Raba dari NTB dan Masjid As-Salafiyyah Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat.
Ampera 2024 memiliki berbagai kategori, termasuk Masjid Raya Percontohan, Masjid Agung Percontohan, Masjid Bersejarah Percontohan, Masjid di Tempat Publik Percontohan, Masjid Ramah Anak dan Perempuan, Masjid Ramah Disabilitas dan Lansia, Masjid Ramah Lingkungan, serta Masjid Ramah Dhuafa dan Musafir.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menyampaikan, masjid-masjid yang terpilih diharapkan menjadi teladan bagi pembinaan umat. ”Pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari upaya pembuktian status percontohan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Rembang Moh Mukson menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi ini. Ia menekankan, pencapaian Masjid Al-Ishlah, yang terletak di jalan Pantura Kragan, tak lepas dari dedikasi takmir masjid dalam mengelola tempat ibadah yang memiliki arsitektur unik, perpaduan Jawa dan China.
“Masjid ini sangat responsif terhadap perkembangan zaman, mulai dari kondisi sosial, kegiatan keagamaan, hingga penerapan teknologi,” ujar Mukson.
Masjid Al-Ishlah, yang dibangun pada abad ke-18, memadukan arsitektur Jawa dan China. Di halamannya terdapat prasasti yang mencatat sejarah pendirian masjid pada 24 Muharam 1278 H (2 Agustus 1861) atas perintah Bupati Aryo Condrodiningrat.



