Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenbud Giring dan Bupati Harno juga meresmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa melawan VOC.

Monumen ini terletak di halaman Kelenteng Cu An Kiong dan menggambarkan perjuangan rakyat Lasem melawan penjajahan Belanda.

Wamenbud Giring menyampaikan, Lasem merupakan simbol solidaritas lintas budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.

”Ini adalah salah satu sejarah kebudayaan yang menjelaskan Rembang Lasem adalah sebuah titik solidaritas persaudaraan dan kebudayaan yang luar biasa. Dan memiliki sejarah yang luar biasa, karena dulu nenek moyang kita dari Cina datang ke sini. Dan di sini ada Kelenteng Cu An Kiong yang usianya sudah ratusan tahun,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang, Senin (21/4/2025).

Bupati Rembang Harno menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kirab yang menurutnya merupakan wujud nyata keragaman budaya di Rembang.

”Kirab ini tidak hanya tentang kegiatan atau tradisi keagamaan, tetapi juga wujud keragaman budaya yang tumbuh dan hidup di tengah-tengah masyarakat kita. Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, fisik, tetapi juga pembangunan nilai, karakter dan jati diri. Melalui kegiatan ini mari pererat persaudaraan, hilangkan sekat perbedaan,” ungkapnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler