Rampung Dibangun, Begini Penampakan Long Storage di Kalipang Rembang
Dani Agus
Sabtu, 10 Januari 2026 17:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Pembangunan long storage di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, selesai dikerjakan. Pembangunan long storage itu sendiri sudah dimulai pada Rabu (8/10/2025).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa menegaskan, pekerjaan longs torage telah tuntas pada Desember 2025.
”Sudah selesai 100 persen Desember, kemarin itu kurang nama pembuatan Embung Kalipang tapi juga sudah jadi,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Maryosa menjelaskan, pembangunan saat ini mencakup long storage dari jembatan ke arah selatan. Apabila dilanjutkan, pekerjaan akan diarahkan menuju hulu sungai.
Long storage tersebut mampu meningkatkan ketersediaan air baku dan diperkirakan dapat dimanfaatkan oleh warga dari sembilan desa, yaitu Kalipang, Sumbermulyo, Gonggang, Gunungmulyo, Nglojo, Jambangan, Pelang, Lodan Kulon, dan Lodan Wetan.
Proyek sepanjang 5 kilometer ini dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sejak 8 September 2025 dengan pendanaan dari APBN.
Struktur tanggul memiliki lebar atas sekitar 3 meter, sementara lebar bawah berkisar antara 5 hingga 7 meter, membentang di sisi kiri dan kanan sungai. Long storage diperkirakan mampu menyuplai air bagi lebih dari 900 Kepala Keluarga dan mengairi lahan pertanian seluas 25 hektare.
”Long storage ini termasuk bagian dari proyek strategis nasional pengelolaan sumber daya air di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur,” tambah Maryosa.



